Kampung Dongeng Seloko (Kado Seloko) merupakan komunitas pendongeng kreatif di Kota Jambi yang berdiri pada bulan Mei 2013 silam. Pendiriannya diinisiasi oleh Tommy Pandiangan dan Berlian Santosa. Komunitas ini adalah bagian dari Kampung Dongeng Indonesia yang berpusat di Tangerang Selatan. Kado Seloko memiliki 17 orang pengurus dan anggota yang berasal dari dari berbagai macam latar belakang, mulai dari guru, karyawan, pelajar, hingga pengurus panti asuhan.

Kegiatan utama Kado Seloko adalah edukasi melalui ber- bagai kegiatan bercerita, seperti pekan ceria, dongeng keliling, akademi pendongeng cilik, program televisi Mari Bercerita, kam- panye gemar membaca, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut tak jarang pula bekerja sama dengan pihak-pihak, seperti instansi pemerintah, sekolah, BUMN, Perpustakaan Kota dan Provinsi Jambi, Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Pertamina, Petrochina Jabung, TVRI Jambi, Jambi TV, BPCB, DPPPA, Diknas Kota Jambi, dan lain-lain.

Pada tahun 2018 yang lalu, pengurus Kado Seloko bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) dan Laznas BSM terlibat sebagai tim social healing di Lombok. Kegiatan ter- sebut diadakan bagi para penyintas gempa bumi khususnya anak-anak. Kurang lebih 20 hari pengurus berkeliling pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menghibur anak- anak dengan tujuan meringankan beban dan trauma mereka akibat gempa bumi. Di ranah lokal Jambi, Kado Seloko juga pernah melaksanakan kegiatan serupa bagi anak-anak korban kebakaran di Kabupaten Tanjabbar dan anak-anak pengungsi akibat perselisihan antarkampung di Kabupaten Kerinci.

Program lain Kado Seloko adalah akademi pendongeng cilik. Kegiatan ini dilakukan secara berkala dalam bentuk pem- binaan intensif bagi anak-anak untuk menjadi pendongeng cilik. Hasilnya adalah 15 anak terpilih menjadi bagian divisi pen- dongeng cilik di Kado Seloko.

Para anggota Kado Seloko juga memiliki prestasi, misal- nya Kak Detty yang telah menulis beberapa judul buku anak dan memenangkan berbagai sayembara mendongeng tingkat regional Sumatra. Begitu juga dengan Kak Retna yang meme- nangkan sayembara mendongeng online yang diadakan PIAUD Metro Lampung tahun 2021.

Alhamdulillah, setelah sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid19, kegiatan Kado Seloko mulai kembali semarak. Salah satu kegiatannya adalah dengan menggelar kegiatan-kegiatan mendongeng melalui media Zoom. Meskipun tak bisa menggantikan keefektifan dongeng secara bersemuka, namun kegiatan dongeng secara daring ini cukup menjadi penolong keberlangsungan Kado Seloko.

Sampai saat ini Kado Seloko memang belum memiliki gedung sekretariat sendiri. Aktivitas kegiatan sering dilakukan di ruang-ruang publik, seperti taman remaja di Kotabaru, perpus- takaan, sekolah, dan lain sebagainya. Meski demikian, sebagai penanda identitas fisikal, gedung sekretariat tetap menjadi kebutuhan dan terus diupayakan agar bisa diwujudkan. Di samping itu, kami berharap Kado Seloko makin bertumbuh baik, agar terus dapat memberikan kontribusi pada dunia pendidikan kreatif sekaligus menjadi edukasi alternatif yang menghibur khususnya bagi anak-anak di Provinsi Jambi.